Riset
Survei opini Tokoh Jakarta 2011: “Mencari Gubernur Terbaik Jakarta 2012”
Ketika berbicara pilkada, biasanya kita selalu terjebak dalam jebakan popularitas dan elektabilitas. Popularitas dan elektabilitas kadangkala tidak sejalan dengan kapabilitas seorang kandidat. Untuk itu, kami dari Cyrus Network, bekerjasama dengan Laboratorium Psikologi Politik, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia ingin membalik cara berpikir yang selama ini dikembangkan. Tujuan kami adalah membuka bank data manusia-manusia terbaik yang paling layak untuk memimpin Jakarta. Riset dilakukan 2 (dua) tahap. Tahap pertama adalah Focus Group Discussion dan tahap kedua berupa Survei Opinion Leader. FGD dilakukan 2 (dua) kali dengan melibatkan pakar-pakar yang relevan. FGD pertama adalah dalam rangka merumuskan persoalan-persoalan Jakarta dan kualifikasi calon pemimpin yang tepat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. FGD kedua dilakukan untuk menyeleksi dan menominasikan nama-nama yang potensial untuk dinilai profilnya. Langkah tahap kedua, kami menguji profil nama-nama yang sudah dinominasikan kepada 100 pakar/opinion leader dengan delphi methods untuk mencari konsensus. Delphi Methods adalah cara mendapatkan informasi, membuat keputusan, menentukan indikator, parameter dan lain-lain yang reliabel dengan mengeksplorasi ide dan informasi dari orang-orang yang ahli di bidangnya, yaitu dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh ekpertis atau praktisi yang kompeten di bidang yang akan diteliti. Data ini tidak mencerminkan realitas keterpilihan calon-calon gubernur DKI Jakarta, karena ini bukan survey opini public.
Detail Reset : Download…
SURVEI PRA-PEMILUKADA KABUPATEN BUTON 2011
Salah satu harapan masyarakat buton terhadap calon pemimpin mereka adalah memiliki pengalaman yang cukup dalam bidang pemerintahan. Ini menunjukkan masyarakat buton lebih mementingkan calon pemimpin yang memiliki kapasitas dalam menjalankan birokrasi dengan efektif. Jumlah pemilih yang relatif kecil, 181.124 jiwa buton tidak memiliki kriteria pemilih yang variatif, hampir seluruh masyarakat buton tidak pernah mengakses media untuk menambah pengetahuan politik mereka. Namun demikian dalam memilih calon kandidat pemimpin, Agus Feisal Hidayat, S.Sos nampaknya mendapat perhatian tertinggi dari masyarakat.
Detail Reset : Download…
Survei I Pra-Pilkada DKI Jakarta 2012
Survei ini adalah pemetaan awal mengenai karakter pemilih dan posisi popularitas dan elektabilitas nama-nama yang sering dimunculkan sebagai Calon Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012-2017. Tampak bahwa incumben masih unggul dibandingkan calon-calon lainnya. Namun, jika melihat angka elektabilitas incumbent yang relatif kecil, yaitu di bawah 20 persen, maka bisa dikatakan dalam posisi yang mengkhawatirkan. Sebab, berdasarkan pengalaman, para incumben dengan elektabilitas awal di bawah 25 persen berpotensi sangat besar mengalami kekalahan. Hanya saja, di sisi lain, belum muncul nama kuat yang bisa bersaing dengan incumben di Jakarta selain Rano Karno. Mengingat 60 persen pemilih di DKI berpendidikan SMA ke atas, maka kandidat yang ingin memenangkan pertarungan Pilkada DKI betul-betul harus memiliki gagasan yang bernas dan juga dengan kemasan yang menarik. Hanya sekadar jargon kosong, tidak akan membantu menaikkan elektablitas di Jakarta.
Detail Reset : Download…
SURVEI – III PRAPILKADA KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2011
Satu bulan menjelang pilkada Cianjur, angka keterpilihan incumbent tampak tidak terkejar oleh pasangan calon yang lain. Bupatiincumbent dan pasangannya memperoleh 39 persen sedangkan saingan terdekatnya hanya mengumpulkan 18 persen saja. Kandidat incumbent unggul sangat jauh meninggalkan pasangan yang lain. Sementara itu angka belum memutuskan 21 persen. Mengingat waktu pilkada yang hanya menyisakan waktu kampanye kurang lebih satu bulan, dan dengan asumsi angka “belum memutuskan” akan memilih dan tersebar rata, maka nampaknya kandidat incumbent akan memenangkan pilkada kabupaten Cianjur 2011 ini. Berdasarkan penetapan suara yang dikeluarkan oleh KPUD kabupaten Cianjur, hasil pilkada tak berbeda jauh dengan hasil survei. Dalam perkembangannya MK memutuskan untuk mengulang sebagian di empat kecamatan dan hasilnya justru semakin mengukuhkan hasil survei.
Detail Reset : Download…
SURVEI – III PRAPILKADA KOTA JAYAPURA 2010
Survei yang dilaksanakan bulan September 2010, satu bulan sebelum pilkada kota Jayapura dilakukan menempatkan pasangan Benhur Tommy Mano-Nuralam sebagai pemenang pilkada kota Jayapura. Sampel yang berjumlah 600 orang yang tersebar proporsional di lima distrik menempatkan pasangan ini unggul 40,3 dari pesaing terdekatnya Musa Yan Youwe-Rustam Saru 12,3 persen. Urutan perolehan suara ini tidak berbeda jauh dengan hasil pilkada sesungguhnya. Akan tetapi, pilkada kota Jayapura berdasarkan keputusan MK diulang dengan diikuti tujuh peserta dan hasilnya Benhur Tommy Mano-Nuralam sebagai pemenang dengan 40,77 persen suara.
Detail Reset : Download…
SURVEI – II PRAPILKADA KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2011
Pada survei kedua ini kami mendapati angka masyarakat yang belum dapat memutuskan pilihan calon kandidatnya masih cukup tinggi yakni berkisar 20% dari seluruh jumlah pemilih potensial. Namun demikian angka tertinggi dalam popularitas, elektabiltas dan favourabilitas masih diduduki oleh calon incumbent dengan selisih angka yang cukup jauh. Mayoritas masyarakat masih berpikir untuk menentukan pilihan di detik-detik akhir. Ini menunjukkan calon-calon yang maju belum memegang loyalitas yang signifikan dari masyarakat.
Detail Reset : Download…
SURVEI PRAPILKADA KABUPATEN KARAWANG TAHUN 2010
Survei pra pilkada kabupaten Karawang ini diselenggarakan pada bulan Juni 2010, atau lima bulan menjelang pilkada kabupaten Karawang 14 November 2010. Survei menemukan bahwa 83 persen calon pemilih Karawang berusia dibawah 50 tahun dan memiliki aspirasi agar bupati terpilih mampu mengembangkan lapangan kerja yang dinilai minim. Masyarakat Karawang menginginkan calon pemimpin yang bersih dari korupsi. Survei menemukan popularitas calon bupati Ade Swara berada di posisi teratas (70 persen ), unggul jauh dari para pesaingnya. Ia disukai oleh 60, 2 persen masyarakat dan memiliki elektabilitas tertinggi 43 persen. Jauh mengungguli pesaing terdekatnya yang hanya mendapat 9 persen suara. Data resmi yang dikeluarkan KPU mengenai hasil Pilkada Karawang 2010 akhirnya menetapkan Ade Swara sebagai pemenang pilkada sesuai dengan prediksi kami.
Detail Reset : Download…
SURVEI – I PRAPILKADA KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2011
Tingginya persentase “belum memutuskan” calon bupati/wakil bupati mana yang akan mereka pilih pada pilkada berikutnya mengindikasikan masyarakat masih menimbang-nimbang kandidat yang layak untuk dipilih. Mengingat angka popularitas calon-calon yang akan maju dalam pilkada Cianjur terbilang cukup, walaupun popularitas bupati incumbent masih mendominasi. Waktu pilkada yang masih jauh menjadi faktor yang membuat awareness masyarakat Cianjur terhadap pilkada dan calon-calon yang maju terkesan kurang antusias. Walaupun demikian, masyarakat Cianjur cenderung independen dalam menentukan pilihan, sehingga cara-cara sosialisasi rasional harus dikedepankan.
Detail Reset : Download…
SURVEI PRAPILKADA KABUPATEN SITUBONDO 2010
Survei dilakukan pada bulan Mei 2010 dengan mengambil sampel sebanyak 420 orang yang tersebar secara proporsional di 17 kecamatan. Survei ini dilakukan sebulan sebelum pilkada kabupaten Situbondo dilaksanakan. Survei mendeteksi popularitas tertinggi didapat oleh pasangan Dadang W-Rachmad sebanyak 60 persen, mengungguli pasangan Sofwan H-Sukarso 39 persen. Demikian pula dengan elektabilitas pasangan Dadang W-Rachmad 36 persen dan Sofwan H-Sukarso 18,7 persen. Angka “belum memutuskan” mencapai 33 persen. Dengan asumsi angka “belum memutuskan” akan tersebar rata, maka pasangan Dadang W-Rachmad adalah pemenang pilkada kabupaten Situbondo 2010. Bila dibandingkan hasil resmi yang dikeluarkan KPU Kabupaten Situbondo, urutan perolehan suara adalah sama dengan hasil survei ini.
Detail Reset : Download…
SURVEI – I PRAPILKADA KOTA JAYAPURA 2010
Survei ini mengambil sampel sebanyak 600 orang yang dipilih proporsional di lima distrik. Kota Jayapura memiliki profil pemilih yang relatif muda, yaitu 68 persen berusia dibawah 45 tahun. Mayoritas masyarakat kota Jayapura menganggap penting faktor agama dari para calon walikota dan calon wakil walikota, artinya mereka akan memilih yang memiliki agama yang sama dengan mereka. Tetapi, mereka tidak terlalu mempedulikan masalah suku bangsa para calon, yang penting mereka memiliki kriteria utama yaitu bebas dari korupsi. Temuan survei menunjukkan dua kandidat walikota bersaing di dua posisi teratas baik dalam popularitas, favourabilitas dan elektabilitas. WW. Kambuaya memiliki popularitas tertinggi, namun Benhur Tommy Mano lebih disukai masyarakat kota Jayapura. Dan Benhur Tommy Mano mengungguli WW. Kambuaya dalam elektabilitas.
Detail Reset : Download…


